Analisis Porter’s Five Forces Model

Monday, June 17, 2013
Aspek lingkungan industri akan lebih mengarah pada aspek persaingan di mana perusahaan berada. Akibatnya faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi persaingan, seperti ancaman-ancaman dan kekuatan-kekuatan yang dimiliki perusahaan termasuk kondisi persaingan itu sendiri menjadi perlu untuk dianalisis. Micheal E. Porter mengemukakan konsep Competitive Strategy yang menganalisis persaingan bisnis berdasarkan lima aspek utama yang dikenal dengan Lima Kekuatan Bersaing (five competitive forces). Secara lengkap aspek dan variabel yang membentuk model untuk strategi bersaing tersebut serta penjelasannya dipaparkan sebagai berikut (David, 2006).
1.        Ancaman masuknya pendatang baru
Masuknya pendatang baru akan menimbulkan sejumlah implikasi bagi perusahaan yang sudah ada, misalnya kapasitas bertambah, terjadinya perebutan pangsa pasar, serta perebutan sumber daya produksi yang terbatas. Kondisi seperti ini menimbulkan ancaman bagi perusahaan yang telah ada. Ada beberapa faktor penghambat pendatang baru untuk masuk ke dalam industri baru, yaitu:

Analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats)

Analisi SWOT adalah analisis berdasarkan pada anggapan bahwa suatu berasal dari sumber daya internal suatu perusahaaan (strengths and weaknesses) dan sumber daya eksternal suatu perusahaan (opportunities and threats).

1.        Kekuatan (Strengths)
Suatu keunggulan sumber daya yang relatif terhadap pesaing dan kebutuhan dari pusat yang dilayani atau hendak dilayani oleh perusahaan kekuasaan yang dimiliki oleh suatu perusahaan dibandingkan dengan pesaing.

Konsep Dasar Metodologi Be Vissta Planning (BVP)

Apalagiii itu metodologi BVP? Haduuuuuuh ndah postingan lw aneh aneh banget dah. okee dari pada bingung baca dulu pengertian dibawah ini yaaa....

Metodologi BVP memadukan tahapan kegiatan dan perangkat yang digunakan pada empat metodologi, yakni versi Ward dan Peppard, James Wetherbe, James Martin, dan Edwin Tozer. Paduan tahapan ini direkonstruksi ulang, menyesuaikan dengan pedoman UK Government CCTA-Guidelines on Strategic Planning for Information System dan dilengkapi tambahan modul dari metodologi perencanaan strategis sistem informasi versi lembaga konsultan Price Waterhouse yang relevan dengan proses dan prosedur BVP (Atmaja, 2002).